Kelangkaan elpiji 12 kilogram sempat mengganggu operasional sejumlah SPPG yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah NTT dan NTB. Total terdapat sekitar 20 SPPG yang dilaporkan terdampak akibat terbatasnya pasokan gas untuk kebutuhan dapur.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero), khususnya Pertamina Patra Niaga, untuk memastikan distribusi elpiji dapat kembali lancar. Upaya ini dilakukan agar pelayanan makanan bergizi kepada masyarakat tidak terhenti.
Baca Juga: Pendaki Malaysia yang Jatuh di Gunung Rinjani Jalani Perawatan di Bali
Pertamina kemudian bergerak cepat dengan menyalurkan tambahan pasokan elpiji ke wilayah terdampak. Distribusi dilakukan secara bertahap ke beberapa daerah seperti Kupang, Kefamenanu, Belu, hingga wilayah lain di NTT yang sebelumnya mengalami kendala stok.
Pihak BGN menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pertamina dalam menangani masalah tersebut. Sinergi antarinstansi dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan program MBG, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar operasional dapur.
Baca Juga: Aparat Buru Pelaku Penipuan Pendirian SPPG, Korban Rugi hingga Miliaran Rupiah
Ke depan, pemerintah dan pihak terkait akan terus memantau distribusi energi agar tidak terjadi lagi hambatan serupa yang dapat mengganggu layanan gizi masyarakat di daerah.
source: 20 SPPG di NTT dan NTB Terdampak Kelangkaan Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi Pasokan












