Jakarta — Pemerintah resmi memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 sebesar Rp67 triliun. Total anggaran program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu kini menjadi Rp268 triliun dari sebelumnya yang diproyeksikan mencapai Rp335 triliun.
Pemangkasan dilakukan di tengah upaya pemerintah meningkatkan efisiensi belanja negara sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan program MBG yang selama ini menjadi sorotan publik. Meski anggarannya dikurangi, pemerintah memastikan pelaksanaan program tetap berjalan dan menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Padam Meski Sudah 4 Hari
Program MBG merupakan salah satu kebijakan utama pemerintahan Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Pemerintah menilai program tersebut penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Namun di sisi lain, pelaksanaan MBG juga menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat dan organisasi masyarakat sipil menyoroti besarnya anggaran program, tata kelola distribusi, hingga sejumlah polemik pengadaan barang pendukung.
Baca Juga: Cerita Purbaya Batal Berangkat Haji Tahun Ini: “Ya Sedih Nggak Sedih”
Meski demikian, Presiden Prabowo sebelumnya tetap membela program MBG dan menyebut cakupan penerimanya sudah sangat besar. Ia bahkan mengklaim jumlah penerima manfaat program tersebut setara beberapa kali populasi Singapura.
Pemerintah berharap langkah efisiensi anggaran dapat membuat program MBG lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat penerima.












