Isu tentang “whip pink” atau yang sering dibahas di jagat maya belakangan ini merujuk pada fenomena yang lebih luas dikenal dengan istilah gas whipping yaitu penggunaan Nitrous Oxide (N2O) sebagai zat yang disalahgunakan untuk sensasi rekreasi. Teknik ini kemudian ikut menyeruak di tengah kabar duka yang mengaitkan nama selebgram Lula Lahfah dengan dugaan penyebab kesehatan, membuat istilah whip pink atau gas whipping tersebut ikut viral di media sosial, termasuk platform X dan Instagram. Gas whipping sendiri adalah istilah populer yang merujuk pada penggunaan Nitrous Oxide (N2O) untuk tujuan rekreasi, bukan kegunaan asli kimia tersebut. Dalam industri makanan, N2O sah digunakan sebagai propelan pada whipped cream atau adonan kue, membantu menghasilkan tekstur busa ringan di produk kuliner.
Namun, di luar konteks makanan, Nitrous Oxide sering disalahgunakan terutama oleh kalangan muda dengan cara menghirup gas dari tabung kecil biasanya melalui balon. Hal ini dilakukan demi sensasi singkat seperti euforia, perasaan ringan, atau tawa yang tidak sama dengan keadaan biasa. Karena alasan inilah di ruang digital muncul istilah seperti “whip pink”, “whipping gas”, atau variasi lain yang sering dikaitkan dengan konteks konsumsi rekreasional, bukan maksud kuliner. Sebutan ini terkadang muncul di unggahan viral tanpa cukup konteks sehingga membingungkan publik tentang apa yang sebenarnya dimaksud.
Risiko & Bahaya Kesehatan Penggunaan Nitrous Oxide secara tidak sesuai fungsi medis atau kuliner dapat membawa risiko kesehatan serius. Menurut pakar, penyalahgunaan gas ini berbahaya karena dapat menyebabkan: Hipoksia (kekurangan oksigen) ketika gas memenuhi paru-paru tanpa campuran udara normal. Pusing, pingsan, atau kejang akibat kurangnya oksigen otak. Kerusakan saraf kronis jika digunakan berulang kali, karena N2O bisa mengganggu metabolisme vitamin B12 yang penting untuk sistem saraf










