Iran mengancam bakal menargetkan reaktor nuklir Dimona milik Israel, sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap kapal perang Iran di dekat Sri Lanka pada Rabu (4/3) kemarin.
Kantor berita semi-resmi Iran ISNA melaporkan, seorang pejabat militer mengatakan Iran akan menargetkan reaktor nuklir Dimona, yang sejak lama diyakini sebagai tempat pengembangan program senjata nuklir Israel.
Israel selama ini tidak mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir. Namun negara ini dianggap sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan semacam itu.
Dimona merupakan sebuah kota Israel di gurun Negev, yang menjadi rumah bagi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev.
Fasilitas nuklir Dimona juga disebut-sebut sebagai kunci program senjata nuklir Tel Aviv, dan merupakan salah satu lokasi yang paling terlindungi di negara tersebut.
Ancaman serangan ke fasilitas nuklir Dimona ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa AS bakal "menyesali" serangannya terhadap fregat Iran di perairan internasional.
Dalam sebuah pernyataan, Araghchi mengatakan AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran.
"Kapal fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, diserang di perairan internasional tanpa peringatan," kata Araghchi, dikutip New Arab.
"Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah mereka tetapkan," imbuhnya.
Serangan yang diluncurkan dari kapal selam AS itu menewaskan 87 pelaut Iran. Angkatan Laut Sri Lanka sejauh ini telah menyelamatkan 32 korban selamat dari Pelabuhan Galle, Sri Lanka.
Menurut laporan AFP saat ini kapal perang Iran kedua sedang berlayar menuju perairan teritorial Sri Lanka dan telah meminta izin masuk secara aman.










