Penghentian sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Pekanbaru menuai keluhan dari para orang tua murid. Mereka mengaku kembali harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan makan anak selama kegiatan belajar berlangsung.
Sebelumnya, program MBG dinilai cukup membantu meringankan pengeluaran keluarga karena kebutuhan makan siang anak di sekolah telah ditanggung melalui program tersebut. Dengan terhentinya layanan sementara, sejumlah orang tua kini kembali menyiapkan bekal dari rumah atau memberikan uang jajan tambahan kepada anak-anak mereka.
Baca juga: Netanyahu Hentikan Serangan ke Iran Usai Dihubungi Trump, Ketegangan Timur Tengah Mereda
Beberapa wali murid berharap program MBG dapat segera kembali berjalan normal mengingat manfaatnya yang dirasakan langsung oleh keluarga. Selain membantu pemenuhan gizi siswa, program tersebut juga dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran harian rumah tangga.
Penghentian sementara MBG di Pekanbaru terjadi di tengah berbagai persoalan operasional yang juga dilaporkan muncul di sejumlah daerah lain, termasuk terkait pendanaan dan proses administrasi pelaksanaan program. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menyatakan terus melakukan koordinasi untuk memastikan keberlanjutan program dan penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Baca Juga: Curhat di DPR, Sherly Tjoanda Akui Anggaran Maluku Utara Tak Cukup Bayar PPPK hingga Akhir 2026
Masyarakat berharap persoalan yang menyebabkan terhentinya layanan dapat segera diselesaikan sehingga siswa kembali memperoleh manfaat program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam peningkatan kualitas gizi anak Indonesia.
source: Orangtua Murid Keluhkan MBG di Pekanbaru Berhenti, Terpaksa Beli Makan di Luar












