Sejumlah mitra SPPG di Kota Bandung mengaku diliputi ketidakpastian menyusul proses evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa dapur yang selama ini melayani program dapat dihentikan operasionalnya sebelum investasi yang ditanamkan kembali sepenuhnya.
Baca Juga: SPPG Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam dari Peternak Lokal untuk Jaga Stabilitas Harga
Para mitra menjelaskan bahwa untuk dapat bergabung dalam program MBG, mereka harus menyiapkan berbagai fasilitas sesuai standar yang ditetapkan. Mulai dari pembangunan dapur, pengadaan peralatan produksi makanan, kendaraan distribusi, hingga perekrutan tenaga kerja yang membutuhkan modal tidak sedikit.
Menurut mereka, sebagian besar investasi tersebut masih dalam tahap pengembalian. Jika operasional dapur dihentikan dalam waktu dekat, target mencapai titik impas atau BEP berpotensi tidak tercapai, sehingga menimbulkan risiko kerugian bagi para pelaku usaha yang telah berkomitmen mendukung program pemerintah tersebut.
Baca Juga: Trump: Israel Akan Hancur Lebur Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Selain berdampak pada pengelola dapur, penghentian operasional juga dikhawatirkan akan memengaruhi pekerja dan pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi pemasok bahan pangan. Keberadaan dapur MBG dinilai telah menciptakan aktivitas ekonomi baru yang melibatkan banyak pihak dalam rantai pasok.
Para mitra berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat berlangsung secara transparan dan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Mereka juga menginginkan adanya kepastian mengenai keberlanjutan kerja sama agar investasi yang telah dikeluarkan dapat memberikan hasil sesuai perencanaan awal.
source: Evaluasi MBG Bikin Cemas, Mitra SPPG di Bandung Khawatir BEP Belum Tercapai












