PDI Perjuangan menyambut positif langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan refocusing terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut PDIP, penyesuaian tersebut diperlukan agar pelaksanaan program semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, menegaskan bahwa orientasi utama program MBG seharusnya bukan sekadar memperbesar angka penerima manfaat atau besarnya anggaran yang terserap. Ia menilai kualitas layanan dan manfaat yang diterima masyarakat harus menjadi indikator utama keberhasilan program.
Baca Juga: Dapur SPPG di Kendari Dibobol Maling, Kuali hingga Genset Raib
Menurut Charles, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam implementasi MBG, mulai dari pengawasan, koordinasi antarinstansi, hingga kontrol kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Karena itu, upaya pembenahan tata kelola dinilai lebih penting dibanding mengejar ekspansi atau target kuantitatif semata.
Di sisi lain, BGN menyatakan bahwa langkah efisiensi dan refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah tidak akan mengurangi komitmen terhadap program MBG. Penyesuaian anggaran justru diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat.
BGN menjelaskan bahwa anggaran program tetap difokuskan pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Pemerintah juga menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan dalam menjalankan program strategis nasional tersebut.
Baca Juga: Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal: Kembali ke Jalan yang Benar
PDIP menilai refocusing menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan MBG. Dengan fokus pada kualitas gizi, keamanan pangan, dan pengawasan yang kuat, program tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Hingga pertengahan tahun 2026, program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat melalui puluhan ribu SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah memastikan evaluasi dan penyempurnaan program akan terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
source: PDIP Dukung BGN Refocusing MBG: Jangan Orientasinya Angka












