Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah memasuki fase penyesuaian setelah diterapkannya kebijakan baru terkait pembangunan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam kebijakan tersebut, pembangunan dapur SPPG baru untuk sementara waktu dimoratorium atau ditunda. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus penyesuaian kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Program MBG di Sejumlah Sekolah Makassar Terhenti, Ribuan Siswa Tak Lagi Terima Makanan Gratis
Selain moratorium pembangunan, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap jadwal penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat. Frekuensi distribusi disebut akan disesuaikan dengan kondisi operasional dan ketersediaan sumber daya yang ada.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan pelaksanaan program tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Evaluasi terhadap kapasitas dapur, cakupan layanan, serta efisiensi distribusi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina per 12 Juni 2026, Simak Daftar Terbaru di SPBU Seluruh Indonesia
Meski terdapat penyesuaian, pemerintah memastikan komitmen terhadap pelaksanaan MBG tetap berjalan. Berbagai upaya dilakukan agar layanan pemenuhan gizi bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya tetap dapat diberikan sesuai kemampuan operasional yang tersedia.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga akan terus memantau dampak kebijakan tersebut guna memastikan kebutuhan penerima manfaat tetap terpenuhi selama masa penyesuaian berlangsung.
source: Kebijakan Baru, Pembangunan Dapur SPPG di Kalteng Dimoratorium dan Hari Penyaluran Dipangkas












