Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Iran atas banyaknya korban sipil yang tewas akibat agresi bersenjata Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Ia juga menyerukan penghentian segera aksi militer tersebut.
Dalam percakapan telepon pada Jumat (6/3) malam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, anggota keluarga Khamenei, pemimpin politik dan militer Iran, serta "banyak warga sipil".
"Vladimir Putin menegaskan kembali posisi prinsipil Rusia untuk menghentikan segera aksi militer, menolak penggunaan kekuatan sebagai metode untuk menyelesaikan masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran atau yang timbul di Timur Tengah, serta kembali segera ke jalur penyelesaian diplomatik," kata Kremlin, dikutip dari Reuters.
Selain itu, Putin mengatakan ia berkomunikasi terus dengan para pemimpin negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk.
"Masoud Pezeshkian mengucapkan terima kasih atas solidaritas Rusia dengan rakyat Iran saat mereka mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara mereka. Ia juga memberikan pembaruan rinci tentang perkembangan selama fase aktif terbaru konflik," kata Kremlin.
Konflik antara Iran, Israel, dan AS terus memanas setelah rangkaian serangan dan balasan terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan rentetan serangan rudal, drone, dan operasi militer di sejumlah negara Teluk.
Perkembangan terbaru menunjukkan eskalasi yang meluas, mulai dari serangan ke aset militer AS di kawasan Teluk, rudal yang menghantam wilayah Israel, hingga klaim kerusakan pada kapal dan fasilitas energi di beberapa negara.
Iran juga melontarkan ancaman terhadap fasilitas nuklir Israel di Dimona. Hal ini menandai meningkatnya risiko konflik regional yang lebih besar.
Di sisi lain, AS menyatakan telah menenggelamkan puluhan kapal Iran selama perang berlangsung. Serangkaian peristiwa ini terjadi bersamaan dengan laporan korban luka di pihak Israel serta klaim serangan terhadap aset militer dan kapal perang di laut.










